Senin, 11 Desember 2023

Analisis Puisi Surat Dari Ibu Karya Asrul Sani

https://mengerti.id

 Surat Dari Ibu

Karya : Asrul Sani

Pergi ke dunia luas, anakku sayang Pergi ke hidup bebas!

Selama angin masih angin buritan

Dan matahari pagi menyinar daun-daunan Dalam rimba dan padang hijau


Pergi ke laut lepas, anakku sayang Pergi ke alam bebas!

Selama hari belum petang,

Dan warna senja belum kemerah-merahan Menutup pintu waktu lampau


Jika bayang telah pudar

Dan elang laut pulang ke sarang Angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri Dan nahkoda sudah tahu pedoman Boleh engkau datang padaku!


Kembali pulang, anakku sayang Kembali ke balik malam!

Jika kapalmu telah rapat ke tepi Kita akan bercerita:

“tentang cinta dan hidupmu pagi hari”


a. Diksi

Diksi pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani adalah menggunakan kata yang berkaitan dengan alam.

b. Pencitraan (Pengimajian)

Citraan atau imaji pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani ialah menggunakan citraan penglihatan, yang terbukti pada:

Dan warna senja belum kemerah-merahan 

Menutup pintu waktu lampau

Dan matahari pagi menyinar daun-daunan

 Dalam rimba dan padang hijau.

c. Gaya Bahasa/Majas

Gaya bahasa/ Majas pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani terdapat majas berupa majas personifikasi. Yang terdapat pada bait ketiga pada kalimat Angin bertiup ke benua dan Tiang-tiang akan kering sendiri.

d. Tipografi

Tipografi pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani yaitu penulisan puisinya berisi empat bait setiap bait terdapat empat baris kecuali bait ketiga yang memiliki enam baris.

e. Sajak

Sajak pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani yaitu :

h. Bait pertama bersajak a-a-a-a-u

i. Bait kedua bersajak a-a-a-a-u

j. Bait ketiga bersajak a-a-a-i-a-u

k. Bait keempat bersajak a-a-i-a-i

f. Tema

Tema pada puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani adalah pendidikan, yaitu nasihat seorang ibu kepada anaknya agar mengembara untuk mencari pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin agar hidupnya dapat kokoh. Setelah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup, dinyatakan dengan "Jika bayang telah pudar/dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri dan nakhoda sudah tahu pedoman Boleh engkau datang padaku!" Pada bait terakhir, sang ibu meminta anaknya "pulang kembali ke balik malam untuk "bercerita tentang cinta dan hidupmu pagi hari".

g. Komentar

Dalam puisi Surat Dari Ibu karya Asrul Sani, menurut saya puisi ini sangat menarik dan membuat pembaca menjadi terharu dan terdapat pelajaran yang dapat diambil yaitu harapan ibu untuk anaknya dalam berjuang menyelami hidup dari tidak mempunyai apa-apa sampai berhasil menjadi orang sesuai dengan cita-cita seorang anak, anak tersebut tidak melupakan keluarga dan ibunya, yang akhirnya akan kembali lagi bercengkrama dengan ibunya. Seorang ibu tidak pernah menginginkan kesuksesan ataupun buah kesuksesan anaknya (berupa harta/uang). Seorang ibu akan cukup berbahagia jika anaknya masih mau meluangkan waktu berkumpul dengannya untuk sekedar bercerita tentang pengalaman hidupnya dan kesuksesannya. Maka, seorang anak hendaknya selalu menjaga hubungan baik dengan selalu memperhatikan orang tuanya.


7 komentar:

Analisis Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam

  https://www.goodreads.com 1. Sinopsis “Para Priyayi” karya Umar Kayam      Wanagalih adalah sebuah ibu kota kabupaten yang hadir sejak per...