Rabu, 06 Desember 2023

Analisis Alur Bab 4 Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

 


Sumber: www.goodreads.com

Berikut adalah episode-episode dan peristiwa serta hubungan kausalitas  dari masing-masing episode dan peristiwa pada novel Bumi Manusia bab 4.

  1. Episode-episode dan peristiwa 

Episode 1: Minke mengunjungi kembali rumah Nyai Ontosoroh

1.      Annelies menyambut kedatangan Minke pada tangga depan rumah.

2.      Perasaan Minke timbul kembali seperti kedatangannya yang pertama yaitu seram dan merasa akan terjadi peristiwa aneh sehingga Minke juga harus waspada.

3.      Annelies membawa Minke masuk ke kamar yang dulu pernah ia tempati.

4.      Panggilan pertama kali Annelies kepada Minke dengan sebutan mas.

5.      Annelies membawa Minke keluar, melalui jalan beton dalam apitan gazon.


Episode 2: Minke menuangkan pikirannya tentang keluarga Nyai Ontosoroh

1.      Minke masuk ke kamar kemudian membuka buku catatan dan mulai menulis tentang keluarga aneh dan seram Nyai Ontosoroh.

2.      Nyai Ontosoroh mengungkapkan bahwa kedatangan Minke tak hanya membantu kelancaran perusahaan akan tetapi yang menjadi hal utama untuk kepentingan Annelies.

3.      Minke merasa dianggap sebagai keluarga akan tetapi dirinya masih merasa harus tetap waspada akan keluarga ini.

 

Episode 3: Minke bercerita tentang keluarga Jean Marais

1.      Saat makan malam ketakutan Minke tentang Robert dan Tuan Mellema mulai memudar.

2.      Minke merasa kagum dengan kepribadian Nyai Ontosoroh .

3.      Minke, Nyai Ontosoroh, dan Annelies menghabiskan waktu mereka dengan mendengarkan lagu-lagu Eropa.

4.      Saat mendengarkan lagu-lagu Eropa Minke teringat pada May Marais.

5.      Minke mulai menceritakan keluarga Jean Marais.

6.      Minke bertanya mengenai lulusan sekolah mana Nyai Ontosoroh.

7.      Minke terperanjat mendengar jawaban dari Nyai Ontosoroh.

 

Episode 4: Pandangan Minke terhadap Nyai Ontosoroh

1.      Pada malam itu Minke sulit tidur karena masih memikirkan tentang sosok Nyai Ontosoroh wanita yang luar biasa.

2.      Minke tak dapat memahami kekaguman apa yang ia rasakan terhadap Nyai Ontosoroh.

3.      Minke belum pernah menemukan wanita hebat seperti Nyai Ontosoroh.

4.      Minke mulai membandingkan Nyai Ontosoroh dengan Dara seorang putri Bupati J wanita pertama berdarah pribumi yang dapat menulis Belanda, Lulusan E.L.S.

5.      Minke meyakinkan diri bahwa ia harus percaya untuk dapat melakukan apa yang ia inginkan meskipun dalam taraf percobaan.

6.      Nyai Ontosoroh menjadi salah satu orang yang memotivasi Minke untuk terus menulis.

7.      Minke menulis dan mempelajari terkait keluarga aneh dan seram ini.


  1. Hubungan kausalitas dari masing-masing episode dan peristiwa

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer bab 4 pada episode 1 (satu)  tersebut memiliki hubungan kausalitas yaitu ketika Minke mengunjungi kembali rumah Nyai Ontosoroh. Pada saat itu perasaan Minke timbul kembali seperti kedatangannya yang pertama yaitu seram karena merasa akan terjadi peristiwa aneh sehingga Minke juga harus waspada, dan dalam hati Minke selalu memperingatkan untuk tidak lengah seperti dulu. Kemudian Annelies mengajak Minke keluar, mereka saling bertukar cerita dan disitu satu masalah sudah mulai timbul. Waktu Annelies duduk di kelas dua E.L.S mendadak semua menjadi berubah. Beberapa hari perusahaan tutup. Mama Annelies datang ke sekolah untuk menjemputnya, mengeluarkan Annelies dari sekolah untuk selama-lamanya. Annelies dikeluarkan dari sekolah karena ia harus membantu pekerjaan mamanya di perusahaan. Selain itu dikarenakan papa Annelies jarang pulang. Terkadang papanya pulang hanya untuk tidur sebentar kemudian pergi lagi. Sehingga seluruh tanggung jawab pekerjaan jatuh ke pundak Annelies dan Mamanya. Oleh karena itu jika papa Annelies tidak pergi dari rumah dan mau bertanggung jawab atas pekerjaan yang dirumah tidak akan terjadi masalah dan Annelies juga tidak akan dikeluarkan dari sekolah. 

Pada episode 2 (dua) juga memiliki hubungan kausalitas. Minke menuangkan pikirannya tentang keluarga Nyai Ontosoroh yaitu ketika kedatangan Minke tak hanya membantu kelancaran perusahaan akan tetapi yang menjadi hal utama untuk kepentingan Annelies bahwa dia juga mencintai Minke. Selain itu Minke juga sudah dianggap sebagai keluarga sendiri, tetapi ia harus tetap waspada dan selalu sopan karena Robert tentu akan membenci Minke sebagai pribumi tanpa harga. Tidak hanya Robert, Tuan Herman Mellema tentu akan menyembur Minke pada setiap kesempatan yang di dapatnya.

Episode 3 (tiga) Minke bercerita tentang keluarga Jean Marais. Pada episode ini memiliki hubungan kausalitas. Pada saat itu Minke, Nyai Ontosoroh, dan Annelies mendengarkan lagu-lagu Eropa. Minke kemudian teringat pada May Marais karena ia juga senang jika mendengarkan lagu-lagu Eropa. Sehingga saat itu Minke mulai bercerita tentang keluarga Jean Marais. Minke menceritakan pada suatu kali ia dengar bahwa regu Jean Marais mendapat perintah menyerbu sebuah kampung di Blang Kejeren. Setelah sampai disana ia dengan regunya memasuki rumah-rumah dan mengobrak-abrik apa yang bisa dirusak. Tiba-tiba muncul beberapa orang lelaki muda Aceh, menerjang dan mengamuk. Dan Jean Marais terjebak ranjau bambu. Sebilah yang runcing telah menembusi kakinya. Sehingga setelah lima belas hari kemudian mengakibatkan kaki Jean Marais terserang gangreen pada perbukuan lutut dan harus kehilangan sebelah kakinya yang dipotong di atas lutut.

Pada episode terakhir yaitu episode 4 (empat), pandangan Minke terhadap Nyai Ontosoroh juga memiliki hubungan kausalitas. Ketika malam itu Minke sulit untuk tidur karena ia memikirkan dan memahami sosok Nyai Ontosoroh yang merupakan wanita hebat dan luar biasa. Minke melihat Nyai Ontosoroh dari segi lain, yaitu dari segala apa yang ia mampu kerjakan dan bicarakan. Minke mengungkapkan bahwa ia belum pernah menemukan wanita hebat seperti Nyai Ontosoroh. Kemudian Minke mulai membandingkan Nyai Ontosoroh dengan Dara seorang putri Bupati J wanita pertama berdarah pribumi yang dapat menulis Belanda dan lulusan E.L.S. Disitu Minke mulai untuk meyakinkan diri bahwa ia harus percaya untuk dapat melakukan apa yang ia inginkan meskipun dalam taraf percobaan. Pada saat itu Nyai Ontosoroh menjadi salah satu orang yang memotivasi Minke untuk terus menulis dan mempelajari terkait keluarga aneh dan seram tersebut.

 

7 komentar:

Analisis Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam

  https://www.goodreads.com 1. Sinopsis “Para Priyayi” karya Umar Kayam      Wanagalih adalah sebuah ibu kota kabupaten yang hadir sejak per...