Senin, 11 Desember 2023

Analisis Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono


https://gramedia.com

Hujan Bulan Juni

Karya Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya Kepada pohon berbunga itu


Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu


Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


a. Diksi

Diksi pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono adalah kata-kata yang menunjukkan kedalaman makna. Kata yang sangat kuat adalah tabah, bijak, dan arif.

b. Pencitraan

Pencitraan pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yaitu citraan penglihatan dan citraan pendengaran. Salah satu baris yang paling kuat menunjukkan citraan penglihatan adalah pada baris :

Kepada pohon yang berbunga itu

Kondisi pohon yang berbunga dapat diketahui dengan indra penglihatan.

Dan pada citraan pendengaran terletak pada bait pertama, pada baris : Dirahasiakannya rintik rindunya

Rintik merupakan bunyi yang dapat ditangkap dengan indra pendengaran.

c. Gaya Bahasa/Majas

Pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono memiliki dua majas, yaitu majas personifikasi dan majas repetisi. Pada majas personifikasi seolah-olah hujan memiliki sifat tabah, bijak, dan arif seperti manusia. Yang mengandung majas personifikasi adalah pada baris pertama masing-masing bait.

d. Tipografi

Tipografi pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terdiri dari tiga bait. Masing-masing baitnya memuat empat baris. Setiap baris terdiri atas empat sampai lima kat. Tiap baris memuat kurang dari 12 suku kata.

e. Sajak

Sajak pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono di dominasi dengan akhiran yang berbunyi (i) dan (u). Iramanya teratur dan rapi karena ada pengulanagan atau repetisi pada tiap bait. Baris ketiga dan keempat pada tiap bait mengandung repetisi.

f. Tema

Tema pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yaitu mengenai perasaan yang tidak bisa tersampaikan. Perasaan pengarang berupa rasa rindu atau rasa cinta yang disembunyikan penyair kepada tambatan hatinya.



4 komentar:

Analisis Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam

  https://www.goodreads.com 1. Sinopsis “Para Priyayi” karya Umar Kayam      Wanagalih adalah sebuah ibu kota kabupaten yang hadir sejak per...