Senin, 11 Desember 2023

Analisis Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari


https://www.insanayu.com

Novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup Srintil yang terpilih menjadi seorang penari ronggeng di kampungnya dan keadaan itu mengubah jalan hidupnya dan juga kekasihnya. Rasus menjadi kecewa saat mengetahui Srintil yang baru berusia 11 tahun harus menjadi ronggeng. Sehingga Rasus tidak mau bermain dengan Srintil. Tema pada novel Ronggeng Dukuh Paruk yaitu Kasih Tak Sampai karena dalam cerita novel tersebut menceritakan tentang harapan ronggeng Srintil untuk dapat hidup bersama  dengan lelaki yang sangat dicintai dan didambakan sejak kecil, karena memang dia teman bermainnya, yaitu Rasus. Namun Rasus tidak mau menerima ajakan Srintil untuk menikah, karena bagi Rasus, Ronggeng adalah milik masyarakat, milik orang banyak, dan milik semua orang. Maka Rasus merasa sangat egois jika harus menikahi Srintil. Tokoh yang ada di dalam novel ini yaitu :

  • -          Srintil berwatak bersahabat, seorang ronggeng, agresif, dewasa
  • -          Rasus berwatak bersahabat, penyayang, pendendam, pemberani
  • -          Dursun berwatak bersahabat
  • -          Warta berwatak perhatian dan penghibur
  • -          Sakarya ( Kakek Srintil ) berwatak penyayang, tega
  • -          Ki Secamenggala berwatak sabar
  • -          Kartareja dan Nyai Kartareja berwatak mistis, egois
  • -          Sakum berwatak seorang yang hebat
  • -          Nenek Rasus berwatak linglung
  • -          Santayib ( Ayah Srintil ) berwatak bertanggung jawab, keras kepala
  • -          Istri Santayib berwatak keibuan, prihatin
  • -          Dower berwatak sabar
  • -          Sulam berwatak sombong
  • -          Siti berwatak alim
  • -          Sersan Slamet berwatak penyuruh, tegas
  • -          Kopral Pujo berwatak penakut
  • -          Tampi berwatak penyayang, sabar
  • -          Masusi berwatak jahat, pendendam
  • -          Diding berwatak patuh
  • -          Bajus berwatak tega
  • -          Pak Blengur berwatak penyayang
  • -          Lurah Pecikalan ( Kepala Desa ) berwatak bijaksana dan peduli

Alur yang digunakan pada novel Ronggeng Dukuh Paruk yaitu alur maju yang disertai dengan Kembali ke masa lalu, baik yang dialami tokoh utama atau pemeran lainnya. Dalam novel ini ditengah-tengah cerita novel menceritakan Kembali ke masa lalu yang sempat dialami oleh pemeran cerita. Seperti menceritakan Kembali terjadinya peristiwa tempe bongrek sebelas tahun yang lalu atau semasa bayinya srintil.

Latar pada novel Ronggeng Dukuh Paruk, Latar tempat pada novel yaitu di Dukuh paruk, Ladang/Kebun, Dibawah Pohon Nangka, Rumah Nyai Kartareja, Perkuburan, Pasar Dawuan, Di markas tentara, Di hutan, Rumah Sakarya, Rumah Nenek, Rumah Sakum, Rumah Tarim, Lapangan bola dekat kantor kecamatan Di Alaswangkal, Kantor polisi, Di penjara/tahanan, Di sawah, Di pantai, Di vila, dan Rumah Sakit. Latar Waktu pada novel adalah sore hari, Malam hari, dan Pagi hari. Latar Suasana pada yaitu tenang, tentram, gembira, bangga, Bahagia, tegang, dan genting.

Amanat atau pesan dari  novel Ronggeng Dukuh Paruk itu ialah agar kita semua mau dan mampu melihat seseorang itu tidak hanya dari luarnya saja melainkan juga dari dalamnya dari hatinya. Pesan lain seperti jangan menyia-nyiakan orang yang telah sepenuh hati mencintai kita, karena belum tentu suatu saat nanti kita dapat menemukan orang yang seperti itu. Dan adat bagaimanapun tetap harus berlaku dalam kehidupan yang menyakinkan, karena jika suatu daerah mempercayai adat yang berlaku, maka harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Karena pada setiap keyakinan pasti ada suatu hal yang akan terjadi jika suatu adat kebiasaan tidak dilaksanakan. Serta tidak mudah terpengaruh dengan keadaan duniawi karena suatu saat penyesalan akan dating dalam hidup, segala sesuatu akan kembali kepadaNya. Kehidupan fana dalam hura-hura dunia dapat mencekam masa depan.


4 komentar:

  1. Baca novel ini ga selesai-selesai, izin liat analisisnya ya kak biar aku jadi tau

    BalasHapus
  2. Liat analisisnya jad pengen baca. Otw Checkout bukunya kayaknya

    BalasHapus
  3. jadi pengen baca novelnya sampai selesai

    BalasHapus

Analisis Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam

  https://www.goodreads.com 1. Sinopsis “Para Priyayi” karya Umar Kayam      Wanagalih adalah sebuah ibu kota kabupaten yang hadir sejak per...